­

MENJAGA FITRAH ANAK KITA

08:27





Semua wanita tentu ingin menjadi ibu yang terbaik bagi anak-anak mereka . Hingga segala daya upaya dikerahkan untuk kegemilangan masa depan anak-anak mereka. Bila di adakan Seminar Pendidikan Anak ataupun Parenting School , wuiiiiih luar biasa minat ibu-ibu untuk mengikutinya. 

Ummu Madrasatun , " Ibu itu sekolah” .

Nasehat yang menghujam ke hatiku .
Sehingga, kesibukanku mengajar dibeberapa sekolah kuputuskan untuk berhenti manakala Allah swt telah memberikan amanah seorang anak dalam rahimku.
Aku ingin bermujahadah dengan amanah yang satu ini. Sungguh ingin serius professional dengan peran IBU.

Tapi, seperti kebanyakan ibu-ibu yang lain ,  bingung bagaimana caranya.
Pendidikan yang kuperoleh dari jenjang SD sampai selesai S1 tidak ada satupun yang bisa jadi bekal untuk menjalankan profesi IBU . Hingga aksi baca-baca aneka buku karya para ahli anak kujadikan sarana. Segala macam teori-teori pendidikan anak yang kubaca kucoba terap kanpada anak-anakku . Mulai dari anak ke-1 , ke -2 dan ke-3.
Alhamdulillah , semuaberjalan lancar. Semua baik-baik saja . (eh menurutku begitulah )
Tapi tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang kurang , dan aku tak tau apa .
Kuperhatikan , anak-anakku sehat, cerdas, ceria , berperilaku baik. Ntah apa yang kurang.

Tuingg… pada saat kehamilananak ke-4 barulah aku merasakan apa yang kurang itu. Kurangnya itu bukan pada anak-anak. Tapi pada diriku. Baru kusadari , betapa bodohnya aku yang hanya bersandar pada pendapat-pendapat ahli yang katanya hebat. Aku melupakan sosok hebat yang bener-bener hebat. Yaitu Rasulullah SAW. Beliau adalah sosok pendidik yang bener-bener hebat. Kehebatannya telah terbukti dengan mencetak generasi sahabat yang luar biasa.  Ada juga sosok lukman al hakim yang keistimewaannya sampai diabadikan namanya oleh Allah swt dalam Al Quran.

Sejak itu aku mulai suka membaca-baca tafsir. Dan mulai sangat suka membaca dan mendengar bacaan alQuran. Kondisi hamil adalah kondisi sulit tidur bagiku. Sangat tidak nyaman. Sering kali untuk bisa tidur aku minta dingajiin oleh suamiku. Saat mendengarkan bacaan al Quran yang dilantunkan suamiku , adalah saat-saat paling rileks . Hmm… katanya ini fase gelombang alfa , bergerak melambat …dan masuk kegelombang theta . Akhirnya ….zzzzz alias gelombang delta.
Kata suamiku , saat aku telah tertidurpun ia masih meneruskan bacaan Qurannya. Sering-sering hingga 3 juz. Ah, aku sudah nggak dengar lagi. Tapi mungkin bayi dalam perutku sedang menyimak ya? Hehehe siapa tau. 

Kata Nabi SAW, “ Semua manusia (bayi) terlahir FITRAH “

Sabda Nabi yang ini juga menghunjam hatiku.
Apa sih fitrahnya ?
Fitrahnya ia beriman kepada Rabb nya bahkan sejak dalam kandungan.

Kalau kita ingat-ingat , pada saat bayi kita lahir pertama kali , ia akan menjerit keras dengan tangisannya. Lalu mendadak terdiam , mendengarkan dengan baik saat ayahnya meng azan kan dan mengiqomatkannya.
( Benar tidak ? Pasti benar, soalnya saya sudah menyaksikannya 4x lho sahabat ^_^ )
Begitu azan dan iqomat selesai, kembali bayi tadi menangis keras. Apa artinya ini ?
Artinya bahwa fitrahnya anak-anak kita sangat suka mendengar perkataan Sang Penciptanya.
Jadi logikanya adalah semua anak suka membaca dan mendengar bacaan Quran . Nah ¸jika ada anak yang tidak suka , kenapa ya ? Jawabnya mudah , karena fitrahnya sudah tidak terjaga.
Dan ortunya lah yang mungkin menyebabkan itu. Mungkin sekali ortunya lebih sering memperdengarkan suara-suara yang lain ketimbang bacaan Quran. Ah, si bayi nggak bisa proteskan. Kalau pun dia protes dengan suara-suara oek-oeknya si mama papa nggak ngerti juga.
Padahal telinga/pendengaran bayi adalah indra penangkap pelajaran pertamanya di dunia .
Wahai bunda, seharusnya kita bener-bener menjaga fitrah anak kita, untuk selalu dekat dan akrab dengan panduan/pedoman hidupnya kelak.

Apalagi fitrahnya anak kita ?
Anak itu fitrahnya adalah CERDAS !
Ia punya rasa ingin tahu yang luar biasa, Ia juga punya semangat belajar hal baru yang sangat hebat !
Bila kita ingat-ingat ,betapa batita kita sangat rajin berceloteh , dan bertanya ini –itu bermacam-macam, sangat bersemangat mencoba merangkak, mencoba berdiri, berjalan , ..berlari .Dan kita , betapa dulu sangat bangga setiap kali anak kita ‘berprestasi’ .
“wah , anak bunda hebat!  sudah bisa berjalan”
“wah anak ibu luar biasa,sudah bisa …. “

Seiring batita kita beranjak usia , kita tidak lagi menghargai ‘prestasi-prestasi ‘ kecilnya.
Dan kita mulai tidak sabar dengan ‘pertanyaan-pertanyaan ‘ keingin tahuannnya.
Kita pun berkata , 
"Jangan nanya-nanya terus. Nanti kalau sudah gede kamu tau sendiri … bla bla bla…"

Hiks … mendadak anak-anakkita menjadi pendiam. Tak lagi banyak bertanya. Dan tak lagi semangat belajar hal –hal baru. Tanpa sadar kita telah membunuh fitrah mereka . 

Sesungguh nya , kita tak perlu mengikuti banyak teori untuk mencerdaskan anak-anak kita.
Cukup kita jaga saja fitrah yang mereka bawa , yang telah diberikan Rabb ( pencipta) Nya.
Maka mereka akan tumbuh menjadi manusia yang CERDAS dan berTAQWA kepada RabbNya.

InsyaAllah !

You Might Also Like

0 komentar

Subscribe