Lapis - lapis Keberkahan : episode Dakwah (2)
09:52Sahabat ,
Kita lanjut cerita kisah seru kita tentang keberkahan di dalam dakwah ya ?
Ayuredi epribadeh ( hihihi ... )
~
Sampai dimana ya ..
Oh ..ya
KESATUAN HATI ORANG-ORANG BERIMAN DALAM JAMAAH MAMPU MENGALAHKAN KEAJAIBAN / MUKJIJAT PARA NABI .
Ustadz Salim dalam bukunya dan dalam penuturan nya di acara kajian ini menggambarkannya lewat Kisah penaklukan Persia oleh pasukan Saad bin Abi Waqqash . Kisah yang cukup legendaris. Perang Qodissiyah. Terjadi di jaman kekhalifaan Umar bin Khatab r.a
Ketika itu khalifah Umar mengutus Saad dan pasukannya untuk berdakwah ke Persia . Menaklukkan sebuah kerajaan yang cukup besar dimasa itu.
Berangkatlah pasukan Saad . Ternyata pihak persia telah mengetahui . Mereka telah melakukan persiapan . Untuk mencegah Saad bin Abi Waqqash sampai ke wilayahnya , pasukan Persia yang dipimpin Rustum telah menarik seluruh kapal penyeberangan Sungai Tigris. Jembatan penghubung pun dah dihancurkan. Sehingga tak ada jalan bagi Saad dan pasukannya untuk mencapai Persia.
Ceritanya Persia terlindung oleh sungai Tigris . Sungai yang airnya sangat deras. Sangat menghanyutkan.
Sejenak ... Saad hendak berbalik, namun ia bermimpi bahwa ia dan pasukannya menyeberangi sungai tersebut. Saad merasa ini adalah petunjuk Allah.
Lalu ia menyampaikan maksudnya kepada seluruh pasukan .
Para pasukan dengan iman-iman yang luar biasa itu menyambut, Mereka berpegangan tangan satu sama lain ... bersiap untuk menyebrangi sungai Tigris .
Masya Allah .. masya Allah ...Allahu Akbar
( iiiiihhh....sungguh bergetar hati mmbayangkan kisah yg tuturkan ustaz Salim ini. Terbayang aura semangat jihad yang melingkupi seluruh pasukan kaum muslimin pada waktu itu )
Tiba saat menyeberang ... Saad menyemangati pasukannya dengan berteriak :
" Mari kita menuju kepada keberkahan Allah !"
" Tasta'inu billah !!!"
Terjadi keajaiban ,
Pasukan muslim menyeberangi sungai dengan santai dan mengobrol satu sama lain. Kaki-kaki mereka bahkan tidak basah menyentuh permukaan sungai tigris yang terkenal sangat deras.
Apakah sahabat juga berfikir kaki-kaki yang tidak basah itu sebagai keajaiban ?
Sesungguhnya ada yang lebih ajaib itu.
Yaitu kesatuan hati seluruh personil dalam pasukan muslim pimpinan Saad tersebut.
Bayangkan , keimanan mereka begitu kokoh ... berharap keberkahan Allah , berharap pertolongan Allah , sangat yakin dengan kekuatan jamaah .
Sehingga tak ada keraguan sedikitpun untuk melewati sungai yang berbahaya ! Tak ada yang berfikir untuk mundur , dan berkata ,' aku nggak ikutan ya ...takut hanyut '
Sahabat , inilah yang dimaksud ...kesatuan hati dalam berjamaah mampu mengalahkan mukjijat Nabi.
Ingat kisah Nabi Musa, yang mukjijat nya membelah laut...membawa kaumnya menyeberang ?
Bahkan bersama Nabinya pun mereka sempat meragu .
Qs 26: 61
فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ
Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul".
Sehingga Nabi Musa perlu menjawab :
QS 26 :62
قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ
Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku".
Kembali ke pasukan Saad ya ,
Peristiwa 'kenekatan ' pasukan muslim yang menyebrangi sungai tigris tanpa sarana apa-apa, sungguh telah membuat Rustum dan pasukan nya ciut hati. ( ya iya lah yaa.... ^_^)
Dia berfikir ... luar biasa betul pimpinan orang-orang muslim ini.
Semangat Saad sangat luar biasa . Padahal saat itu Panglima Saad sedang sakit .
Tapi apakah benar Saad yang luar biasa ?
Rustum bertanya-tanya.
Ia sangat penasaran,
Sungguh jika semangat Saad juga dimiliki oleh setiap prajurit dalam pasukannya , maka rasanya mustahil mereka bisa menang melawan pasukan muslim.
Berfikir seperti ini , Rustum ingin menunda-nunda perang ...
Ia meminta ...agar pasukan Muslim mengirim seorang utusan untuk diajak bernegosiasi.
Lalu dikirimlah seorang bernama Rib'y bin Amir .
Rib'y berangkat sebagai utusan menemui Rustum di kediamannya yang super megah.
Kiranya Rustum hendak menciutkan hati utusan pasukan muslim ini . Dan hendak pula merendahkannya . Gerbang pintu masuk dibuat rendah ,sehingga utusan masuk harus membungkuk.
Tapi rupanya... Rib'y tak kalah cerdik .
Jika harus membungkuk , maka ia masuk dengan berjalan mundur membungkuk ... sehingga bokongnya lah yang menghadap Rustum .
(wkwkwk.... nggak kebayang kayak apa merahnya muka Rustum yach ,..hihi .... pande kali ah ..sahabat kita Rib'y ini ya . Izzah nya luarbiasa. )
Selanjutnya ...dalam dialog -dialog dengn Rib'y ini , si Rustum kembali dibuat tercengang-cengang.
Pemahaman dan kepandaian berdialog Rib'y sungguh luar biasa.
Padahal Rustum telah men cek ricek .. bahwa utusan pasukan muslim ini ... yang levelnya paling rendah .Alias prajurit paling kroco gitu.
Lha yang paling rendah aja sepeti ini hebatnya .... bagaimana pula yg 19.999 orang yang lebih tinggi level diatasnya , fikir Rustum .
Tambah ciiiiiiuuuuut lah tuh hati Rustum.
Tapi dasar Rustum ia berkeras tak mau masuk Islam . Dan tak mau pula menyerah. Maka..
Singkat cerita ... perang pun terjadi. Perang Qodisiyyah yang luar biasa.
( Film Omar ...episode perang qodisiyyah ini diputar putar ulang oleh anak bungsu penulis . Olis Sholih. Usianya 6 tahun waktu itu ... ntah kenapa .. dia putar putar terus bagian ini. Dua tahun lalu penulis tidak mengerti. Sekarang jadi ngerti. Oh begini .... hiiii hihiii kalah ama anak 6 tahun. Seru ternyata ya Lis , ceritanya.)
Sahabat yang pingin cerita lengkap ... dipersilakan brosing brosing ... monggo.
Soalnya pembahasan materi pokok kita lanjut yaaa ^_^
5. Maha Suci Allah
Dakwah itu mensucikan Allah.
Tidak boleh dakwah kita mencela pihak lain yang berakibat berbalik menghina Allah.
Al kisah dalam Sirah , Sahabat Nabi ... Muaz bin Jabal pernah ditegur oleh Nabi Saw.
Apa hal ?
Sahabat Muaz ini ternyata sangaaaaat rajin menjadi makmum di masjidnya Nabi.
Dan dia pun sangaaaaat rajin menjadi imam di masjid kampung tempat tinggal nya .
( Lha... baguslah itu ya .. koq ??)
Tapi Muaz di demo oleh orang-orang kampungnya .
Orang-orang kampung nya mengadu ke Nabi ... dan bilang bahwa mereka tidak mau sholat lagi,
Nabi bertanya kenapa ?
penduduk kampungnya si Muaz protes ... bahwa mereka tidak sanggup sholat kalo diimami oleh Muaz . karena bacaan sholatnya sangaaaat panjang .
Hohoho....
Tapi Muaz bingung ...
"Ya Nabi ... aku membaca persis apa yang Engkau baca ketika aku makmum padamu."
Heheheh...
Nabi menjawab : "makmum ku .... berbeda dengan makmum mu ya Muaz ."
Setelah ini ... Maka Muaz tidak membaca surat yang lebih panjang dari bacaan 'Sabbhisma robbika....
( Ternyata ... apa yang bagi kita sesuai ...belum tentu sesuai bagi orang lain atau tempt lain...
Kalo ditempat saya ... kayaknya ...yang sesuai itu bacaan 4' Qul ....Beda kelas ya ... hahahah )
6. Hati-hati dengan ancaman kemusyrikan
Kita harus hati-hati pada ancaman kemusyrikan , yang seringkali hadir dalam 2 bentuk.
Pertama ; Kultus Individu. QS 3:79
Tabiat manusia yang berkumpul , adalah memuja seorang diantara mereka yang paling menonjol . Kecuali mereka yang berkumpul ikhlas untuk mengkaji Al Quran .
Waspada ...waspada ..
Kedua ; Ashobiyah atau Fanatisme Golongan
QS Ar Rum :
Ada juga yang suka membelah -belah agama, menurut tema.
Oh ini kelompok Islam sunnah dan bidah .
Oh ini kelompok Islam khilafah
Oh ini kelompok islam.. anu ...anu..
Islam dipandang tidak syamil. :(
Kultus individu dan fanatisme golongan ini akan mengarahkan kita kepada kemusyrikan .
Dan sungguh Kemusyrikan itu jauuuuuuuh dari keberkahan .
Wallahualam bishowab
**
Sahabat-sahabat q
Inilah 6 panduan meraih dan merasakan keberkahan di dalam dakwah .
Mohon maaf ya ..jika catatan saya kurang lengkap.... dan kurang mantap .
Yang penasaran dengan cerita lengkapnya bisa baca buku nya langsug.
Bukunya 'gemuk' bergizi.
Ayo beliiii :)
1 komentar
Penulis baru telah lahir.... ^_^
ReplyDeleteLove this posting so much...